Dalam menghadapi tantangan hidup, terutama di masa-masa sulit saat ini (akhir zaman), kita seringkali jatuh dalam “virus takut”. Ketakutan adalah strategi iblis untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan, dan tentu hal ini dapat berakibat fatal bagi iman kita, orang-orang percaya.
Musuh Terbesar Kita Bukanlah Masalah Duniawi
Dalam khotbahnya, Ev. Elly Kurniawati menegaskan bahwa musuh terbesar kita bukanlah masalah-masalah duniawi, seperti masalah keuangan, pasangan yang berubah, atau penyakit. Masalah-masalah tersebut adalah masalah biasa di mata Tuhan yang dapat diselesaikan hanya dengan sekejap mata. Justru, musuh terbesar kita adalah roh-roh jahat di udara yang menargetkan kerohanian kita.
“Jangan takut, semua masalah yang kelihatan besar ini untuk menguji imanmu, supaya takut akan Aku dan jangan berbuat dosa.”—Keluaran 20:20
Tiga Kunci Mengatasi Ketakutan dan Mengalahkan Iblis
Iblis akan lari jika kita memegang teguh tiga hal fundamental ini dalam hidup kita:
-
Tunduk kepada Allah dan Jaga Respon
Kita harus menjaga sikap dan respon kita, terutama mulut. Jangan biarkan hidup kita dikuasai oleh perkataan negatif.
-
Iman yang Teguh
Tuhan sedang memurnikan iman kita. Ia tidak ingin kita menjadi seorang ‘Kristen KW1’ yang imannya hanya timbul-tenggelam tergantung tebalnya dompet. Tuhan mau iman kita timbul seperti emas murni (Ayub 23:10)
-
Hidup yang Mengandalkan Tuhan
Berhentilah mengkhawatirkan hal-hal duniawi. Jangan BU (Butuh Uang), tetapi Jadilah BT (Butuh Tuhan). Tuhan adalah pembuka jalan saat tiada jalan.
Hikmat dari Ayub: Penebus yang Hidup
Ayub mengajarkan kita untuk mengubah perspektif terhadap masalah:
- Ayub 19:25
“Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.”
Karena Penebus kita hidup, tidak ada yang perlu ditakutkan.
- Ayub 42:2
“Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”
Jika rencana kita gagal (bisnis bangkrut, pernikahan hancur), itu karena kita hanyalah manusia debu. Namun, rencana Tuhan atas hidup orang benar tidak akan pernah gagal. Kerugian yang dialami tetap berada dalam kedaulatan-Nya, dan Ia sanggup mengembalikan yang hilang berkali-kali lipat.
***
Ketika kita tahu Tuhan memegang kendali penuh, kita akan bangkit dari ketakutan. Mari kita fokus menjadi orang benar yang tetap setia dan memurnikan hati, sehingga janji Tuhan untuk membawa kita keluar lebih dari pemenang akan tergenapi.
